Banjar Media - Connecting Banjar to The World Banjar Media - Connecting Banjar to The World

Menjembatani Banjar dengan Dunia

Press ESC to close

Loksado Bamboo Rafting

Sensasi Menyusuri Sungai Amandit, dengan Rakit Bambu di Pegunungan Meratus

Di tengah hijaunya Pegunungan Meratus yang membentang di Kalimantan Selatan, terdapat sebuah wisata alam yang telah menjadi ikon petualangan di kawasan Loksado. Namanya Loksado Bamboo Rafting, sebuah aktivitas menyusuri Sungai Amandit menggunakan rakit bambu tradisional yang dirangkai secara manual oleh masyarakat setempat.

Berbeda dengan arung jeram pada umumnya yang menggunakan perahu karet, wisata ini menawarkan pengalaman yang lebih dekat dengan budaya lokal. Pengunjung akan berdiri atau duduk di atas rakit bambu sambil menikmati aliran sungai yang jernih, panorama hutan tropis, perbukitan Meratus, serta suasana pedesaan yang masih alami.

Tak heran jika Bamboo Rafting menjadi salah satu daya tarik wisata paling terkenal di Kalimantan Selatan dan termasuk aktivitas yang wajib dicoba saat berkunjung ke kawasan Geopark Meratus.

Menjelajahi Sungai Amandit dengan Rakit Bambu Tradisional

Loksado Bamboo Rafting berlokasi di Desa Lok Lahung, Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan. Kawasan ini berada di jantung Pegunungan Meratus yang dikenal sebagai salah satu bentang alam tertua di Indonesia.

Perjalanan rafting dilakukan di sepanjang Sungai Amandit dengan jarak sekitar 14 kilometer. Waktu tempuhnya bervariasi, umumnya antara 2 hingga 3 jam, tergantung kondisi debit air dan cuaca saat itu.

Yang membuat aktivitas ini unik adalah penggunaan rakit bambu tradisional. Setiap rakit biasanya dapat menampung 2 hingga 4 orang wisatawan, didampingi seorang joki atau pemandu yang bertugas mengendalikan arah rakit selama perjalanan.

Sepanjang pengarungan, wisatawan akan melewati aliran sungai yang berkelok, bebatuan sungai, kawasan hutan, hingga beberapa jeram ringan yang cukup memberikan sensasi tanpa terasa terlalu ekstrem.

Lokasi dan Cara Menuju Loksado

Bagi wisatawan yang berangkat dari Kota Banjarmasin, perjalanan menuju Loksado membutuhkan waktu sekitar 4 hingga 5 jam menggunakan kendaraan pribadi.

Rute yang paling umum adalah:

Banjarmasin – Kandangan – Loksado

Tahap pertama adalah menuju Kota Kandangan yang merupakan ibu kota Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Perjalanan dari Banjarmasin ke Kandangan memakan waktu sekitar tiga jam. Setelah itu perjalanan dilanjutkan menuju Loksado dengan waktu tempuh sekitar 45 hingga 60 menit.

Semakin mendekati Loksado, suasana perjalanan akan berubah drastis. Jalan mulai menanjak memasuki kawasan Pegunungan Meratus, dengan pemandangan hutan hijau, sungai, dan desa-desa yang masih asri di sepanjang jalur.

Selain kendaraan pribadi, wisatawan juga dapat memanfaatkan transportasi umum menuju Kandangan, kemudian melanjutkan perjalanan ke Loksado menggunakan angkutan lokal atau jasa transportasi setempat.

Berapa Biaya Bamboo Rafting di Loksado?

Biaya Bamboo Rafting relatif terjangkau jika dibandingkan dengan pengalaman yang ditawarkan.

Tarif rafting umumnya berada pada kisaran Rp200.000 hingga Rp300.000 per rakit (harga dapat berubah sesuai kondisi), tergantung jumlah peserta dan paket yang dipilih. Dalam satu rakit biasanya dapat diisi dua sampai empat orang wisatawan.

Beberapa operator juga menyediakan aktivitas lain seperti river tubing dengan tarif yang lebih ekonomis. Untuk wisatawan yang ingin menikmati suasana Loksado lebih lama, tersedia pula berbagai pilihan penginapan, homestay, hingga resort dengan harga yang cukup ramah di kantong.

Karena fasilitas perbankan dan mesin ATM masih terbatas di beberapa area wisata, disarankan membawa uang tunai secukupnya sebelum memasuki kawasan Loksado.

Apakah Bamboo Rafting Aman untuk Pemula?

Pertanyaan ini sering muncul dari wisatawan yang baru pertama kali datang ke Loksado.

Secara umum, Bamboo Rafting di Sungai Amandit tergolong aman untuk pemula maupun keluarga. Arus sungainya tidak terlalu deras seperti lokasi arung jeram ekstrem di daerah lain, sehingga cocok untuk wisatawan yang ingin menikmati petualangan ringan sambil bersantai menikmati alam.

Setiap rakit didampingi oleh joki berpengalaman yang memahami karakter sungai dan bertugas mengarahkan rakit melewati titik-titik yang lebih menantang.

Meski demikian, standar keselamatan tetap harus diperhatikan. Wisatawan wajib menggunakan perlengkapan keselamatan yang disediakan operator, seperti:

  • Helm pelindung.
  • Jaket pelampung.
  • Alas kaki yang nyaman dan tidak mudah lepas.
  • Perlengkapan keselamatan tambahan sesuai kondisi sungai.

Selama pengarungan, wisatawan juga dianjurkan mengikuti seluruh instruksi pemandu dan menghindari berdiri saat rakit melewati bagian sungai yang lebih berarus.

Persiapan Sebelum Mengikuti Bamboo Rafting

Agar perjalanan lebih nyaman, ada beberapa hal yang sebaiknya dipersiapkan sebelum berangkat.

Gunakan pakaian yang ringan dan cepat kering karena kemungkinan besar tubuh akan terkena percikan air sungai. Membawa pakaian ganti juga sangat dianjurkan untuk digunakan setelah aktivitas selesai.

Selain itu, jangan lupa membawa tabir surya, air minum, obat pribadi, serta kantong tahan air untuk menyimpan ponsel dan barang elektronik. Bagi yang gemar fotografi, kamera aksi atau kamera tahan air menjadi pilihan terbaik untuk mengabadikan perjalanan di atas rakit bambu.

Waktu Terbaik untuk Bamboo Rafting di Loksado

Secara umum, wisata ini dapat dinikmati sepanjang tahun. Namun kondisi sungai akan berbeda tergantung musim.

Musim Kemarau, Pilihan Terbaik untuk Keluarga

Periode Juni hingga September sering dianggap sebagai waktu terbaik untuk mencoba Bamboo Rafting di Loksado.

Pada musim kemarau, debit Sungai Amandit cenderung lebih stabil dan arusnya lebih tenang. Kondisi ini membuat perjalanan terasa lebih nyaman dan aman, terutama bagi keluarga yang membawa anak-anak maupun wisatawan yang baru pertama kali mencoba rafting.

Langit yang lebih cerah juga mendukung kegiatan fotografi dan menikmati panorama Pegunungan Meratus secara maksimal.

Musim Hujan, Sensasi Lebih Menantang

Sementara itu, pada periode Desember hingga Mei, debit sungai biasanya meningkat karena curah hujan yang lebih tinggi.

Arus menjadi lebih kuat sehingga menghadirkan sensasi petualangan yang lebih menantang. Pemandangan alam juga terasa lebih dramatis karena hutan tampak lebih hijau, udara lebih sejuk, dan air terjun di sekitar Loksado mengalir lebih deras.

Bagi pencinta petualangan, musim hujan menawarkan pengalaman yang berbeda, meskipun faktor keselamatan dan kondisi cuaca harus lebih diperhatikan.

Waktu Terbaik dalam Sehari

Selain memilih musim yang tepat, waktu keberangkatan juga berpengaruh terhadap kenyamanan.

Banyak wisatawan memilih rafting pada pagi hari karena suhu udara masih sejuk dan sinar matahari belum terlalu terik. Kondisi ini juga membuat perjalanan terasa lebih menyenangkan.

Sesi sore hari juga cukup populer karena cahaya matahari mulai melandai dan suasana Pegunungan Meratus terlihat sangat indah menjelang senja.

Wisata Menarik Lain di Sekitar Loksado

Keindahan Loksado tidak hanya berhenti pada Bamboo Rafting. Kawasan ini memiliki banyak destinasi alam yang dapat dikunjungi dalam satu perjalanan.

Beberapa di antaranya adalah Air Terjun HarataiAir Terjun Riam HanaiRiam Barajang, dan Rampah Menjangan yang menawarkan panorama alam khas Meratus. Wisatawan juga dapat mengunjungi Pemandian Air Panas Tanuhi untuk berendam dan bersantai setelah seharian beraktivitas.

Bagi yang ingin mengenal budaya lokal, Balai Adat Malaris menjadi tempat menarik untuk melihat kehidupan masyarakat Dayak Meratus yang masih mempertahankan tradisi leluhur mereka.

Karena banyaknya objek wisata yang tersebar di kawasan ini, durasi kunjungan ideal ke Loksado adalah dua hingga tiga hari agar pengalaman menjelajah Pegunungan Meratus dapat dinikmati secara maksimal.

Mengapa Loksado Bamboo Rafting Wajib Dicoba?

Loksado Bamboo Rafting bukan sekadar aktivitas wisata air biasa. Pengalaman menyusuri Sungai Amandit dengan rakit bambu tradisional menghadirkan kombinasi antara petualangan, budaya lokal, dan keindahan alam Pegunungan Meratus yang sulit ditemukan di tempat lain.

Dengan arus sungai yang relatif ramah bagi pemula, biaya yang terjangkau, panorama alam yang memukau, serta lokasi yang berada dalam kawasan Geopark Meratus, wisata ini menjadi salah satu alasan utama mengapa Loksado layak masuk daftar destinasi terbaik di Kalimantan Selatan.

Bagi siapa pun yang ingin merasakan sisi lain petualangan di Pulau Kalimantan, meluncur di atas rakit bambu menyusuri Sungai Amandit adalah pengalaman yang akan selalu dikenang.

 

Related Posts

Riam Alai Rafting, di Desa Nateh-Kalimantan Selatan
Museum Wasaka Banjar
Camping di Pulau Pinus Riam Kanan
Candi Agung Amuntai, Warisan Bersejarah di Jantung Amuntai
Banjar Media Editorial Team

Research and Analyst Team

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai *

Pengalaman Anda di situs ini akan ditingkatkan dengan mengizinkan cookie.