Banjar Media - Connecting Banjar to The World Banjar Media - Connecting Banjar to The World

Menjembatani Banjar dengan Dunia

Press ESC to close

Wadai Puteri Selat, Kue Bangsawan Banjar

Tetap Memikat dari Zaman Kerajaan hingga Ramadan Modern

Jika berbicara tentang kekayaan kuliner Banjar, khususnya aneka wadai atau kue tradisional, maka nama Wadai Puteri Selat hampir selalu masuk dalam daftar yang paling dicari. 

Kue basah yang cantik ini bukan hanya terkenal karena rasanya yang lembut dan menyegarkan, tetapi juga karena kisah sejarah dan legenda yang menyertainya.

Bagi masyarakat Kalimantan Selatan, Puteri Selat bukan sekadar jajanan pasar. Ia adalah bagian dari warisan budaya yang telah hidup selama berabad-abad, menghubungkan masa kejayaan kerajaan Banjar dengan kehidupan masyarakat modern saat ini.

Kue ini memiliki penampilan yang sederhana namun elegan. Lapisan berwarna cokelat dari gula merah berpadu dengan lapisan putih santan yang lembut, sementara bagian dasarnya dihiasi parutan kelapa yang memberikan tekstur unik. 

Saat dipotong, tampilannya begitu menarik sehingga sulit untuk tidak tergoda mencicipinya.

Di balik kelezatannya, Puteri Selat menyimpan cerita yang membuatnya semakin istimewa.

Apa Itu Wadai dalam Budaya Banjar?

Sebelum mengenal Puteri Selat lebih jauh, penting untuk memahami arti kata wadai dalam budaya Banjar.

Dalam bahasa Banjar, wadai berarti kue atau jajanan tradisional. Namun lebih dari itu, wadai merupakan bagian penting dari kehidupan sosial masyarakat. 

Wadai hadir dalam berbagai acara, mulai dari pernikahan, selamatan, syukuran, perayaan keagamaan, hingga acara keluarga sederhana.

Masyarakat Banjar bahkan memiliki tradisi terkenal berupa 41 macam wadai, yaitu penyajian puluhan jenis kue tradisional sebagai simbol penghormatan kepada tamu dan bagian dari pelestarian budaya leluhur.

Puteri Selat termasuk salah satu wadai yang paling populer dan memiliki nilai sejarah yang kuat karena sering dikaitkan dengan lingkungan kerajaan Banjar.

Legenda Putri Junjung Buih dan Asal-Usul Puteri Selat

Salah satu hal yang membuat Wadai Puteri Selat begitu menarik adalah kisah yang melatarbelakanginya.

Menurut cerita yang berkembang di masyarakat Banjar, resep Puteri Selat diciptakan oleh Putri Junjung Buih, sosok legendaris yang dikenal luas dalam sejarah dan folklor Kalimantan Selatan.

Putri Junjung Buih merupakan tokoh yang sangat dihormati dalam cerita rakyat Banjar. Ia sering digambarkan sebagai sosok cantik, bijaksana, dan memiliki hubungan erat dengan berdirinya kerajaan-kerajaan awal di wilayah Banjar.

Meski sulit dibuktikan secara historis, legenda menyebutkan bahwa berbagai resep kue istana, termasuk Puteri Selat, berasal dari kreativitas sang putri atau lingkungan kerajaan tempat ia hidup.

Karena itulah Puteri Selat dahulu dikenal sebagai salah satu kue favorit kaum bangsawan. Tidak semua orang dapat menikmatinya, terutama pada masa ketika bahan-bahan seperti gula merah berkualitas, santan segar, dan kelapa terbaik lebih mudah diakses oleh kalangan istana.

Namun seperti banyak kuliner tradisional lainnya, resep tersebut akhirnya menyebar ke masyarakat luas dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Banjar.

Nama yang Penuh Nuansa Elegan

Dibandingkan banyak wadai Banjar lainnya yang memiliki nama sederhana berdasarkan bentuk atau bahan, nama Puteri Selat terdengar sangat anggun.

Hingga kini tidak ada satu penjelasan pasti mengenai asal-usul nama tersebut. Namun banyak masyarakat mengaitkannya dengan nuansa kerajaan dan kemewahan yang melekat pada kue ini sejak dahulu.

Nama "puteri" sendiri langsung menghadirkan kesan keanggunan dan kelembutan. Karakter tersebut memang sangat sesuai dengan tekstur dan rasa kue ini yang lembut, halus, dan tidak berlebihan.

Karena itu, Puteri Selat sering dianggap sebagai salah satu wadai Banjar yang paling elegan, baik dari segi penampilan maupun sejarahnya.

Rahasia Kelezatan yang Bertahan Berabad-Abad

Salah satu alasan mengapa Puteri Selat tetap populer hingga sekarang adalah karena resepnya yang sederhana namun menghasilkan rasa yang sangat memikat.

Bahan utama yang digunakan antara lain tepung beras, gula merah, santan, agar-agar, dan parutan kelapa.

Setiap bahan memiliki peran penting.

Tepung beras memberikan struktur lembut yang khas. Gula merah menghadirkan rasa manis alami sekaligus warna cokelat yang cantik. Santan memberikan aroma gurih yang menjadi ciri khas banyak kuliner Banjar. 

Agar-agar membantu menciptakan tekstur yang kenyal dan segar, sementara parutan kelapa di bagian bawah menambahkan dimensi rasa serta tekstur yang unik.

Hasil akhirnya adalah kue berlapis dengan kombinasi rasa manis dan gurih yang seimbang.

Tidak ada rasa yang terlalu dominan. Justru keseimbangan inilah yang membuat Puteri Selat terasa begitu nyaman di lidah.

Mengapa Lebih Nikmat Saat Dingin?

Jika banyak kue tradisional lebih enak disantap hangat, Puteri Selat justru memiliki keunikan tersendiri.

Sebagian besar pecinta wadai Banjar sepakat bahwa kue ini mencapai cita rasa terbaiknya ketika disajikan dalam kondisi dingin.

Saat dingin, tekstur lapisan agar-agar menjadi lebih padat dan segar. Santan terasa lebih lembut, sementara rasa gula merah menjadi lebih jelas dan menyatu dengan keseluruhan kue.

Sensasi dingin tersebut juga membuat Puteri Selat terasa sangat menyegarkan, terutama ketika cuaca sedang panas atau setelah seharian berpuasa.

Tidak mengherankan jika banyak penjual menyimpan kue ini dalam lemari pendingin sebelum disajikan kepada pembeli.

Primadona Takjil di Bulan Ramadan

Seperti banyak wadai Banjar lainnya, Puteri Selat memiliki hubungan yang sangat erat dengan bulan Ramadan.

Saat pasar wadai mulai bermunculan menjelang waktu berbuka puasa, Puteri Selat hampir selalu menjadi salah satu kue yang paling cepat menarik perhatian pembeli.

Penampilannya yang cantik membuat banyak orang tertarik mencobanya. Namun yang membuat mereka kembali membeli adalah rasanya.

Kombinasi manis dan gurih yang ringan membuat Puteri Selat cocok dijadikan takjil. Kue ini tidak terlalu berat, tetapi cukup untuk mengembalikan energi setelah seharian berpuasa.

Karena disajikan dingin, Puteri Selat juga memberikan sensasi segar yang sangat menyenangkan saat berbuka.

Banyak keluarga Banjar menganggap kehadiran Puteri Selat di meja berbuka sebagai bagian dari tradisi yang sulit dipisahkan dari Ramadan.

Murah tetapi Bernilai Tinggi

Salah satu hal yang membuat Puteri Selat semakin dicintai masyarakat adalah harganya yang sangat terjangkau.

Dengan kisaran harga sekitar Rp10.000 hingga Rp20.000 per potong atau per kemasan (harga dapat berubah sesuai konidis), hampir semua orang dapat menikmatinya.

Namun nilai Puteri Selat jauh melampaui angka tersebut.

Dalam setiap lapisan kue terdapat jejak sejarah kerajaan Banjar, legenda Putri Junjung Buih, tradisi Ramadan, dan keterampilan para pembuat wadai yang diwariskan selama bertahun-tahun.

Kue ini membuktikan bahwa warisan budaya tidak selalu hadir dalam bentuk bangunan megah atau benda bersejarah. Kadang-kadang, warisan itu hadir dalam bentuk sederhana: sepotong kue yang dibuat dengan resep turun-temurun dan dinikmati bersama keluarga.

Lebih dari Sekadar Kue Tradisional

Pada akhirnya, Wadai Puteri Selat bukan hanya makanan manis untuk menemani waktu berbuka puasa.

Ia adalah simbol perjalanan budaya Banjar yang panjang. Dari lingkungan bangsawan kerajaan hingga pasar tradisional modern, dari legenda Putri Junjung Buih hingga meja makan keluarga masa kini, Puteri Selat terus mempertahankan pesonanya.

Teksturnya yang lembut, rasa manis-gurih yang seimbang, serta kisah sejarah yang menyertainya membuat kue ini tetap relevan meski zaman terus berubah.

Dan selama masyarakat Banjar masih menjaga tradisi membuat serta menikmatinya, Wadai Puteri Selat akan terus hidup sebagai salah satu permata kuliner Kalimantan Selatan yang layak dibanggakan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

 

Related Posts

Mengenal Cingkarok Batu
Kelalapon (Kalalapon), Kue Tradisional Banjar dari Martapura
Wadai Hintalu Karuang
Wadai Kikicak, Kelembutan Ketan yang Menyimpan Filosofi Kehidupan
Banjar Media Editorial Team

Research and Analyst Team

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai *

Pengalaman Anda di situs ini akan ditingkatkan dengan mengizinkan cookie.