Menghidupkan Kreativitas dan Budaya Banjar
Di tengah pesatnya perkembangan Kota Banjarmasin sebagai pusat ekonomi dan budaya Kalimantan Selatan, hadir sebuah perhelatan seni yang semakin mendapat perhatian masyarakat dan pelaku kreatif, yaitu Banjarmasin Art Week (BAW).
Festival seni tahunan ini bukan sekadar ajang pamer karya, melainkan ruang pertemuan bagi seniman, komunitas kreatif, akademisi, hingga masyarakat umum untuk merayakan keberagaman ekspresi seni yang tumbuh di tanah Banjar.
Sejak pertama kali digelar pada tahun 2022, Banjarmasin Art Week terus berkembang menjadi salah satu agenda budaya paling menarik di Kalimantan Selatan.
Melalui berbagai kegiatan seni rupa, pertunjukan, diskusi, workshop, hingga kolaborasi lintas disiplin, festival ini berhasil memperlihatkan bahwa Banjarmasin memiliki potensi besar sebagai kota kreatif yang kaya akan talenta seni dan budaya.
Awal Mula Banjarmasin Art Week
Banjarmasin Art Week diinisiasi oleh Dewan Kesenian Kota Banjarmasin bekerja sama dengan Pemerintah Kota Banjarmasin. Kehadiran festival ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan sebuah wadah yang mampu mempertemukan berbagai pelaku seni dalam satu ruang kolaboratif.
Edisi perdana yang berlangsung pada November 2022 mengusung tema “Jukung Barenteng”. Dalam bahasa Banjar, istilah tersebut menggambarkan semangat kebersamaan dan gotong royong, layaknya sejumlah jukung atau perahu yang bergerak bersama di sungai.
Tema ini dipilih sebagai simbol kolaborasi antar seniman dan komunitas budaya di Banjarmasin.
Festival pertama tersebut berlangsung selama satu minggu dan tersebar di beberapa lokasi strategis, termasuk kawasan Siring Menara Pandang yang menjadi salah satu ikon wisata tepian Sungai Martapura.
Antusiasme masyarakat sangat tinggi, terbukti dari ribuan pengunjung yang datang untuk menikmati berbagai pertunjukan dan pameran yang diselenggarakan.
Dukungan pemerintah daerah juga terlihat nyata. Pada acara penutupan, Wali Kota Banjarmasin saat itu, Ibnu Sina, membeli tiga karya lukisan seniman lokal sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap perkembangan seni daerah.
Menjadi Ruang Bertemunya Seni Tradisional dan Kontemporer
Salah satu keunikan Banjarmasin Art Week adalah kemampuannya mempertemukan seni tradisional dengan seni kontemporer dalam satu panggung yang sama.
Festival ini tidak hanya menampilkan lukisan dan instalasi seni modern, tetapi juga memberikan ruang bagi ekspresi budaya Banjar yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Pengunjung dapat menikmati berbagai bentuk karya seni rupa, pertunjukan musik, teater, tari, fotografi, hingga seni multimedia. Keberagaman ini menjadikan BAW sebagai festival yang inklusif dan mampu menjangkau berbagai kalangan.
Pada penyelenggaraan tahun 2023, Banjarmasin Art Week kembali hadir dengan tema “Kumarau Landang”. Festival yang berlangsung di Creative Hub Banjarmasin ini menjadi ajang berkumpulnya seniman dari berbagai latar belakang dan genre.
Berbagai karya yang ditampilkan menunjukkan bagaimana tradisi lokal dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitasnya.
Melalui pendekatan tersebut, BAW berhasil menciptakan dialog kreatif antara generasi lama dan generasi muda, antara tradisi dan inovasi, serta antara seni lokal dan perspektif global.
Kalatikan, Fokus pada Regenerasi dan Gagasan Baru
Perkembangan menarik terjadi pada penyelenggaraan Banjarmasin Art Week tahun 2024 yang mengangkat tema “Kalatikan”.
Tema ini menyoroti pentingnya regenerasi dalam dunia seni sekaligus membuka ruang diskusi terhadap berbagai isu kreatif yang berkembang di masyarakat.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, BAW III diawali dengan serangkaian pra-acara sejak September.
Enam komite seni di bawah Dewan Kesenian Kota Banjarmasin menyelenggarakan workshop, diskusi publik, dan kegiatan edukatif yang melibatkan pelajar, mahasiswa, komunitas, hingga seniman profesional.
Pada edisi ini, sistem kurasi juga dibuat lebih selektif dengan melibatkan kurator dari luar daerah. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas karya yang dipamerkan sekaligus memperkuat posisi Banjarmasin Art Week sebagai festival seni yang memiliki standar profesional.
Kehadiran kurator independen memberikan warna baru dalam proses seleksi karya, sehingga festival tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga sarana pengembangan kapasitas bagi para pelaku seni.
Banjarmasin Art Week 2025 dan Semangat Seni yang Berkelanjutan
Memasuki tahun 2025, Banjarmasin Art Week semakin menunjukkan kematangannya sebagai festival seni tahunan. Penyelenggaraan yang berlangsung pada 5 hingga 15 September di Banjarmasin Culture Hub menghadirkan beragam program kreatif yang melibatkan seniman lokal maupun generasi muda.
Salah satu program yang menarik perhatian adalah BAW Balarut, sebuah pameran seni rupa bertema “Hidup Singkat, Seni Abadi.” Program ini membuka kesempatan bagi perupa umum, siswa, dan mahasiswa untuk berpartisipasi melalui sistem panggilan terbuka.
Konsep tersebut menunjukkan komitmen penyelenggara dalam memperluas akses dan kesempatan berkarya bagi masyarakat. Seni tidak lagi dipandang sebagai ruang eksklusif bagi kalangan tertentu, tetapi menjadi medium yang dapat diakses oleh siapa saja yang memiliki kreativitas dan semangat berkarya.
Mendorong Banjarmasin Menjadi Kota Seni dan Destinasi Wisata Budaya
Di balik setiap penyelenggaraannya, Banjarmasin Art Week memiliki misi yang lebih besar daripada sekadar menggelar festival tahunan. Ketua Dewan Kesenian Kota Banjarmasin, Hajriansyah, menyebut bahwa festival ini bertujuan menginspirasi, memotivasi, dan mengonsolidasikan potensi seni yang dimiliki Banjarmasin dan Kalimantan Selatan.
Selain itu, BAW juga berperan penting dalam menjaga keberlangsungan budaya Banjar melalui pendekatan yang relevan dengan generasi masa kini.
Tema-tema lokal yang diangkat setiap tahun menjadi sarana untuk membicarakan isu sosial, budaya, dan identitas daerah dalam konteks yang lebih luas.
Ke depan, Banjarmasin Art Week diharapkan mampu berkembang menjadi agenda wisata budaya unggulan Kalimantan Selatan. Potensi tersebut sangat besar mengingat festival ini memadukan seni, budaya, edukasi, dan pariwisata dalam satu rangkaian kegiatan yang menarik.
Masa Depan Cerah Banjarmasin Art Week
Perjalanan Banjarmasin Art Week dari tahun 2022 hingga 2025 menunjukkan perkembangan yang konsisten. Dari sebuah festival seni yang baru dirintis, BAW kini telah menjadi ruang kreatif yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam semangat kolaborasi.
Dengan dukungan pemerintah daerah, komunitas seni, institusi pendidikan, dan masyarakat, festival ini memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu ikon budaya Kalimantan Selatan.
Banjarmasin Art Week bukan hanya tentang memamerkan karya seni, tetapi juga tentang membangun identitas kota, memperkuat regenerasi seniman, serta menjaga warisan budaya Banjar agar tetap hidup dan relevan di tengah perubahan zaman.
Melalui semangat kolaborasi yang terus dijaga, Banjarmasin Art Week berpotensi menjadi salah satu festival seni paling berpengaruh di Pulau Kalimantan dan menjadi kebanggaan masyarakat Banjar untuk tahun-tahun mendatang.