Banjar Media - Connecting Banjar to The World Banjar Media - Connecting Banjar to The World

Menjembatani Banjar dengan Dunia

Press ESC to close

Meratus UNESCO Global Geopark

Jiwanya Borneo yang Mendunia

Di jantung Kalimantan Selatan, membentang sebuah kawasan alam yang menyimpan kisah jutaan tahun perjalanan bumi, budaya yang tetap hidup hingga kini, serta keanekaragaman hayati yang menjadi kebanggaan Indonesia. 

Kawasan itu adalah Meratus UNESCO Global Geopark, sebuah wilayah yang tidak hanya menawarkan panorama pegunungan yang memukau, tetapi juga menjadi saksi sejarah geologi Pulau Kalimantan yang luar biasa.

Pengakuan dunia akhirnya datang ketika UNESCO secara resmi menetapkan Meratus sebagai UNESCO Global Geopark pada 17 April 2025. Status ini menempatkan Meratus sejajar dengan geopark-geopark terbaik dunia yang memiliki nilai geologi, budaya, dan biodiversitas yang sangat penting bagi umat manusia. 

Bagi Kalimantan Selatan, pencapaian ini menjadi tonggak bersejarah karena Meratus merupakan geopark pertama di Pulau Kalimantan yang berhasil memperoleh pengakuan internasional tersebut.

Pengakuan UNESCO yang Mengangkat Nama Kalimantan Selatan

Sebelum memperoleh status UNESCO Global Geopark, kawasan Meratus terlebih dahulu ditetapkan sebagai Geopark Nasional Indonesia pada 29 November 2018. Setelah melalui berbagai proses evaluasi yang ketat, UNESCO akhirnya mengakui nilai luar biasa yang dimiliki kawasan ini.

Meratus mengusung tema "The Spirit of Borneo" atau "Jiwanya Borneo", sebuah tema yang menggambarkan bagaimana kawasan ini menjadi representasi kehidupan alam, budaya, dan sejarah Pulau Kalimantan. 

Tidak hanya menyimpan kekayaan geologi, Meratus juga menjadi rumah bagi berbagai tradisi masyarakat lokal yang telah diwariskan selama berabad-abad.

Pengakuan UNESCO ini sekaligus memperkuat posisi Kalimantan Selatan sebagai salah satu destinasi geowisata unggulan Indonesia yang layak dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Bentang Alam Luas yang Mencakup Enam Daerah

Meratus UNESCO Global Geopark memiliki luas sekitar 3.645,01 kilometer persegi, menjadikannya salah satu kawasan geopark terbesar di Indonesia. Wilayahnya membentang melintasi enam kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan, yaitu Kota Banjarbaru, Kota Banjarmasin, Kabupaten Banjar, Kabupaten Tapin, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dan Kabupaten Barito Kuala.

Keunikan kawasan ini terletak pada perpaduan berbagai lanskap yang berbeda. Pengunjung dapat menemukan pegunungan, sungai, gua kapur, air terjun, perbukitan karst, hingga kawasan budaya tradisional dalam satu jaringan geopark yang saling terhubung.

Keberagaman inilah yang membuat perjalanan di Meratus terasa seperti menjelajahi berbagai dunia dalam satu destinasi.

Menjelajahi 54 Situs Melalui Empat Jalur Wisata

Untuk memudahkan wisatawan menikmati kekayaan kawasan, pengelola geopark membagi perjalanan ke dalam empat rute utama, yaitu rute utara, timur, selatan, dan barat.

Seluruh rute tersebut mencakup sekitar 54 situs unggulan yang dapat dijelajahi secara bertahap. Jika ingin menikmati keseluruhan kawasan secara menyeluruh, wisatawan disarankan menyediakan waktu sekitar lima hari perjalanan.

Namun bagi pengunjung yang baru pertama kali datang, memilih satu atau dua rute sudah cukup untuk mendapatkan pengalaman yang berkesan. 

Rute selatan menjadi salah satu jalur yang populer karena menawarkan kombinasi wisata alam, geologi, dan budaya yang lengkap.

Surga Geologi dengan Puluhan Geosite Menakjubkan

Salah satu alasan utama UNESCO mengakui Meratus adalah kekayaan geologinya yang sangat istimewa. Kawasan ini memiliki 76 geosite, yaitu situs yang menyimpan informasi penting tentang sejarah pembentukan bumi.

Selain itu terdapat 6 biosite yang menampilkan keanekaragaman hayati khas Kalimantan serta 12 culture site yang menggambarkan kehidupan dan tradisi masyarakat lokal.

Di Kabupaten Hulu Sungai Tengah misalnya, terdapat sejumlah situs karst yang menjadi favorit para peneliti dan petualang. 

Kawasan Desa Nateh di Kecamatan Batang Alai Timur menyimpan beberapa lokasi penting seperti Goa Air Kukup, Goa Berangin, Bukit Sulingan, Bukit Pono, dan Goa Pasulingan.

Gua-gua tersebut terbentuk melalui proses geologi selama jutaan tahun, menciptakan lorong-lorong batu kapur, stalaktit, dan stalagmit yang memukau. Bagi pecinta fotografi alam, lokasi-lokasi ini menawarkan pemandangan yang sangat eksotis.

Rumah bagi Ofiolit Tertua di Indonesia

Keistimewaan terbesar Meratus terletak pada keberadaan ofiolit tertua di Indonesia. Ofiolit merupakan bagian kerak samudra dan mantel bumi yang terangkat ke permukaan daratan akibat proses tektonik.

Keberadaan formasi ini menjadi bukti penting mengenai sejarah pembentukan Pulau Kalimantan dan pergerakan lempeng bumi pada masa lampau. Tidak banyak tempat di dunia yang memiliki rekaman geologi sekompleks dan sejelas kawasan Meratus.

Karena itulah Meratus menjadi lokasi yang sangat penting bagi penelitian geologi, baik oleh ilmuwan Indonesia maupun peneliti internasional.

Selain ofiolit, kawasan ini juga terkenal memiliki kandungan berlian yang signifikan. Hubungan sejarah antara Pegunungan Meratus dan tambang berlian di Kalimantan Selatan menjadikan kawasan ini semakin menarik dari sudut pandang geologi maupun ekonomi.

Kehidupan Budaya yang Tetap Terjaga

Meratus bukan hanya tentang batuan dan lanskap alam. Kawasan ini juga merupakan rumah bagi masyarakat yang menjaga warisan budaya leluhur hingga saat ini.

Dua kelompok budaya utama yang hidup di kawasan geopark adalah masyarakat Banjar dan Dayak Meratus. Kehidupan masyarakat Dayak Meratus yang tinggal di pegunungan masih mempertahankan banyak tradisi adat yang diwariskan turun-temurun.

Pengunjung yang datang tidak hanya disuguhi pemandangan alam, tetapi juga dapat mengenal kearifan lokal yang berkaitan erat dengan pelestarian lingkungan. Bagi masyarakat setempat, alam bukan sekadar sumber kehidupan, melainkan bagian dari identitas yang harus dijaga.

Keharmonisan antara manusia dan alam inilah yang menjadi salah satu nilai penting dalam konsep UNESCO Global Geopark.

Aktivitas Menarik yang Bisa Dilakukan

Meratus menawarkan pengalaman wisata yang sangat beragam. Pecinta petualangan dapat menjelajahi gua-gua kapur seperti Goa Air Kukup, Goa Berangin, dan Goa Pasulingan yang menyimpan keindahan bawah tanah yang spektakuler.

Bagi penggemar trekking, Bukit Sulingan dan Bukit Pono menawarkan jalur pendakian dengan panorama Pegunungan Meratus yang menakjubkan. Dari puncaknya, hamparan hutan hijau Kalimantan terlihat membentang sejauh mata memandang.

Wisatawan juga dapat menikmati air terjun yang tersebar di berbagai lokasi, melakukan fotografi lanskap, mempelajari sejarah geologi kawasan, hingga berinteraksi langsung dengan masyarakat lokal.

Bagi kalangan akademisi dan mahasiswa, Meratus merupakan laboratorium alam terbuka yang sangat berharga untuk mempelajari geologi, biologi, antropologi, hingga konservasi lingkungan.

Waktu Terbaik untuk Berkunjung ke Meratus

Musim kemarau antara April hingga September menjadi periode terbaik untuk menjelajahi kawasan geopark. Pada musim ini jalur trekking relatif lebih aman, pemandangan pegunungan terlihat lebih jelas, dan aktivitas luar ruang dapat dilakukan dengan lebih nyaman.

Sebaliknya, saat musim hujan beberapa jalur pendakian dapat menjadi licin dan sejumlah gua memiliki debit air yang meningkat sehingga memerlukan kewaspadaan ekstra.

Karena banyak lokasi berada di kawasan pegunungan dan pedalaman, penggunaan kendaraan pribadi atau mobil sewaan menjadi pilihan paling praktis. Beberapa situs bahkan memerlukan perjalanan trekking selama satu hingga tiga jam dari desa terdekat.

Destinasi Geowisata Kelas Dunia dari Kalimantan Selatan

Meratus UNESCO Global Geopark adalah bukti bahwa Kalimantan Selatan memiliki kekayaan alam dan budaya yang diakui dunia. 

Pengakuan UNESCO bukan hanya penghargaan bagi kawasan ini, tetapi juga tanggung jawab untuk menjaga warisan geologi, keanekaragaman hayati, dan budaya yang dimilikinya.

Dengan 76 geosite, 6 biosite, 12 situs budaya, bentang Pegunungan Meratus yang megah, ofiolit tertua di Indonesia, serta kehidupan masyarakat adat yang masih lestari, Meratus menawarkan pengalaman wisata yang jauh lebih dalam daripada sekadar menikmati pemandangan alam.

Bagi siapa pun yang ingin merasakan wajah asli Borneo, memahami sejarah bumi yang berusia jutaan tahun, dan menyaksikan harmoni antara manusia dengan alam, Meratus UNESCO Global Geopark adalah destinasi yang layak masuk dalam daftar perjalanan berikutnya.

 

Related Posts

Loksado Bamboo Rafting
Riam Alai Rafting, di Desa Nateh-Kalimantan Selatan
Museum Wasaka Banjar
Camping di Pulau Pinus Riam Kanan
Banjar Media Editorial Team

Research and Analyst Team

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai *

Pengalaman Anda di situs ini akan ditingkatkan dengan mengizinkan cookie.